Sunday, February 17, 2013

Faktor Penyebab Tindakan Mal Praktek



    Mal Praktek merupakan kesalahan pengambilan tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga medis professional maupun tenaga medis amatir baik secara disengaja atau tidak disengaja.   Saat ini Mal Praktek telah memakan banyak korban di Indonesia salah satunya di Surabaya.
Mal praktek bisa terjadi karena beberapa factor berikut ini yaitu, minimnya pengalaman tenaga medis, kesalahan diagnosis, dokter palsu (dokter yang kurang mumpuni) dan juga karna factor ketidak sengajaan. Dan berikut penjelasannya
1. Minimnya pengalaman tenaga medis menyebabkan peluang terjadinya kesalahan tindakan medis (mal praktek ) saat memberikan tindakan kepada pasien sperti contohnya, kesalahan pemberian obat, kesalahan prosedur/tindakan yang semestinya harus dilakukan.
2. Kesalaan diagnosis dapat berakibat fatal bagi pasien, akibatnya bisa bermacam-macam, seperti terjadinya kelumpuhan, kerusakan organ dalam, dan juga dapat berakibat fatal yang berujung dengan kematian.
3. Dokter aspal (asali tapi palsu/dokter yang kurang mumpuni), di zaman seperti ini banyak sekali orang yang memanfaatkan uangnnya untuk masuk dalam sekolah kedokteran di universitas. Tak sedikit dari mereka mempunyai gelar dokter tapi kurang menguasai ilmu kedokteran, sedangkan untuk menjadi seorang dokter harus mempunyai kecerdasan yang benar-benar mumpuni agar menjadi dokter yang sesungguhnya dan segala tindakan medisnya bisa dipertanggungjawabkan.
4. Factor ketidaksengjaan, faktor ini bisa terjadi karena kelalaian dari petugas medis, atau mungkin ketidak telitian petugas medis saat menangani pasien.

Tidak sedikit kasus mal praktek terjadi di wilayah Surabaya, contohnya saja kasus mal praktek yang dilakukan oleh pihak RSI Surabaya terhadap pasiennya yang bernama Muriati. Muriati di duga menjadi korban malpraktek operasi steril KB di RSI Surabaya. Sesaat setelah melakukan operasi di RSI Surabaya kondisi Muriati semakin memburuk. Tetapi saat itu pihak rumah sakit seakan tidak menghiraukannya, karena tak tega melihat Muriati menderita keluarganya meminta Muriati dipindahkan ke RKZ. Dan memang pada saaat itu pihak RSI mengakui terjadi kesalahan saat proses operasi Muriati merekapun membiayai dana perawatan Muriati di RKZ sampai selesai, tetapi sayangnya mereka tetap membebankan dana pada saat Muriati di rawat RSI. Pihak keluarga tidak terima dengan perlakuan ini, mereka meminta agar RSI bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang mereka perbuat terhadap Muriati. Tetapi pihak Rumah sakit tidak mengkonfirmasi secara lanjut kasus ini, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Di Surabaya kasus mal praktek tak Hanya pada kasus Muriati saja, ada kasus lain yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan korban tersebut adalah Pramita korban malpraktek dari Rumah Sakit Medical Servis Surabaya. Hal ini bermula saat Pramita menjalani operasi Caesar, memang operasi berjalan mulus, tetapi pada saat Pramita dating kembali untuk menjalani check up di rumah sakit itu, saluran kencing Pramita dideteksi mengalami kebocoran dan disarankan melakukan operasi. Untuk memulihkan kondisinya Pramita disarankan oleh dokter untuk meminum obat ramuan dari Cina, tapi sayangnya kondisi Pramita semakin memburuk dan akhirnya berujung pada kematian. Pihak keluargapun tidak terima dan akhirnya mereka membawa kasus ini kedi jalur hukum. Selain kasus malpraktek di atas, masih banyak lagi kasus malpraktek yang terjadi di Surabaya, tapi sayangnya tidak mungkin di paparkan seluruhnya


No comments:

Post a Comment