Sunday, February 17, 2013

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga


Sampah dan limbah selain menebar bau tak sedap juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Tapi, karena sampah dan limbah bersumber dari aktivitas manusia, maka tak seorang pun bisa menghindar dari sampah dan limbah. Diperkirakan, volume sampah dan limbah yang dihasilkan setiap orang setiap hari rata-rata mencapai 2 kg. Bahkan, baik volume maupun jenis sampah dan limbah bisa bertambah karena perilaku hidup masyarakat yang kian konsutif.
Membiarkan sampah dan limbah membusuk, jelas bukan sikap bijak. Sebab selain mengganggu keindahan dan kesehatan lingkungan, juga menimbulkan berbagai dampak negatif antara lain: a. Menjadi sarang hama penyakit; b. Dapat mengeluarkan gas methan, salah satu gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global; c. Mengganggu saluran air yang menyebabkan terjadinya banjir; d. Menimbulkan polusi udara, dan sebagainya.
Lantas, apa yang mesti dilakukan ?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah dan limbah antara lain:
1. Menerapkan Pola 3-R (Reduce-Reuse-Recycle) yakni:
· Mengurangi sampah dengan cara memanfaatkan barang-barang yang ramah lingkungan, misalnya menggunakan lap atau handuk kecil yang dapat dipakai berulangkali ketimbang memakai tisu, membawa air minum dalam tempat yang aman daripada membeli air minum kemasan, bila berbelanja membawa tas atau kantong yang dapat dipakai berkali-kali dari pada memakai kantong plastik, dan sebagainya.
· Memakai kembali dengan cara memanfaatkan sesuatu prduk selama mungkin, misalnya menggunakan kantong/tas plastik berulang-ulang selama kantong/tas itu belum rusak.
· Mendaur ulang dengan menggunakan produk tersebut setelah berubah bentuk.
2. Memilah Sampah untuk memudahkan pengelolaannya. Cara pemilahan sampah rumah tangga adalah sebagai berikut:
· Siapkan tempat sampat terpisah di tempat-tempat strategis di rumah anda, di dapur dan di ruang keluarga.
· Siapkan paling kurang 2(dua) macam tempat sampah, satu untuk sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos dan satu lagi untuk anorganik. Akan lebih baik lagi jika ditambah satu lagi, yakni untuk sampah anorganik yang tidak dapat diolah kembali alias residu.
· Langsung pilah pada saat membuang sampah.
- Sampah An-Organik: Sampah yang tidak mudah/bisa membusuk/lapuk seperti plastik, kaleng, aluminium foil, styrofoam, kaca/gelas, koran, dan lain-lain.
- Sampah Organik: Sampah yang mudah membusuk/lapuk seperti daun, kulit kupasan buah, ampas juice, ampas kopi, sampah dapur, kotoran binatang vegetarian, bunga, sisa makanan, dan sebagainya
- Residu: Kertas tisu, bekas pokok bayi, pembalut wanita, bola lampu dan sebagainya.
Dalam skala besar, limbah organik dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi kompos. Sedangkan limbah anorganik dapat didaurulang menjadi berbagai produk jadi atau menjadi bahan baku dari berbagai produk.
Namun dalam skala rumah tangga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dan limbah di lingkungan rumah sendiri secara bijak, antara lain dengan melakukan pengomposan sampah/limbah organik, memanfaatkan limbah anorganik selama mungkin, atau menyerahkannya kepada pemulung.
Membuat Kompos
Dewasa ini telah banyak orang memanfaatkan sampah/limbah organik rumah tangga dengan menjadikannnya kompos. Selain pembuatannya tidak sulit, kompos juga banyak dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah sehingga banyak pihak yang membutuhkannya. Pemulihan kualitas tanah dengan kompos, jauh lebih baik ketimbang mengggunakan pupuk kimia, karena tidak ada efeknya yang dapat mencemari lingkungan.
Ada beberapa metoda pembuatan kompos, baik dengan alat dan aktivator maupun tidak. Namun untuk skala rumah tangga adalah sebagai berikut:
1. Cara Tanam:
· Buat lubang galian di tanah sedalam 50-100 cm, atau sesuai kebutuhan. Upayakan agar jarak dari sumur minimal 10 meter agar tidak mencemari air sumur.
· Masukkan sampah organik yang sudah ditiriskan dan dipotong-potong ke dalam lubang.
· Tutup dengan lapisan tanah untuk mencegah bau dan membantu proses pengomposan. Bila perlu tambahkan kotoran binatang (ayam, burung, kambing dan sebagainya).
· Lakukan berulang-ulang hingga lubang penuh. Tutup rata dengan tanah, tunggu sekitar 3 bulan, gali kembali dan diangin-anginkan.
· Kini kompos siap dipergunakan atau disimpan dan lubang dapat dipergunakan kembali.
2. Dengan Drum/Kontainer
· Sediakan wadah, lubangi dasarnya agar rembesan air dapat keluar. Untuk wadah yang cukup besar tanam sekitar 10 cm dari permukaan tanah, untuk wadah kecil beri alas untuk menampung rembesan.
· Masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil-kecil (dicacah), dan taburi dengan selapis tipis tanah atau serbuk gergaji, tambahkan dengan kotoran binatang (ayam, burung atau kambing) jika perlu.
· Ulang berkali-kali hingga penuh, taburi dengan tanah, tunggu sekitar 2(dua) bulan. Untuk wadah kecil bisa langsung dipergunakan sebagai media tanam, sedang untuk wadah besar keluarkan isinya dan diangin-anginkan selama 2(dua) minggu. Setelah itu kompos sudah bisa dipakai.
3. Masalah Yang Mesti Dihindar
Hal yang harus dihindari dalam pembuatan kompos adalah menyebarnya bau busuk, banyaknya lalat, tikus, kecoa, semua atau belatung. Ini bisa terjadi karena material sampah/limbah terlalu basah atau kurang udara.
Untuk mengatasi masalah ini, maka aduklah kompos agar mendapat tambahan udara, campur dengan serbuk gergaji, guntingan koran atau jerami atau 2-3 genggam bubuk kapur sebelum menambah tumpukan. Jangan menaruh susu, tulang dan makanan hasil laut.
Mengelola Sampah Anorganik
- Pergunakan produk anorganik selama mungkin, sepanjang masih dapat dipergunakan. Misalnya, kantoong plastik dipakai berkali-kali sebelum dibuang, gelas bekas air kemasan sebagai tempat pembibitan, simpan kardus bekas kue untuk dipergunakan kembali pada kesempatan berikutnya, dan sebagainya.
- Perlakukanlah limbah anorganik rumah tangga dengan baik, sehingga dapat disumbangkan /dijual kepada pemulung dan dapat memberi manfaat ekonomis.
- Kembangkan kreativitas agar barang-barang bekas/tidak terpakai masih dapat terus dimanfaatkan.
- Kertas dan amplop dapat dipakai berkali-kali (beri sedikit penjelasan kepada yang mendapat kertas/amplop bekas agar mereka memakluminya) atau dapat dibuat kertas daur ulang.(LS2LP)
refferensi: http://green.kompasiana.com/polusi/2012/06/03/kreatif-mengelola-limbah-rumah-tangga-467138.html

No comments:

Post a Comment